Jerman Siap Perpanjang Lockdown, Gelombang Kebangkrutan dan Pengangguran di Depan Mata

Pemerintah Jerman kemungkinan akan memperpanjang penguncian nasional (lockdown), setelah berakhir pada 10 Januari 2021, karena masih tingginya tingkat infeksi virus corona (Covid 19). Sebelumnya, Pemerintah Jerman memang telah memberlakukan pembatasan sosial secara nasional sebelum momen perayaan Natal, termasuk melakukan penutupan restoran dan sebagian besar toko. Para ahli seperti dikutip surat kabar lokal Die Welt menyatakan, jika langkah langkah itu tetap diterapkan, maka negara tersebut akan menghadapi gelombang kebangkrutan serta angka pengangguran yang meningkat.

Dikutip dari Russia Today, Selasa (5/1/2021), Presiden Institut Jerman untuk Riset Ekonomi (DIW Berlin) Marcel Fratzscher mengatakan, dalam sebuah wawancara menyatakan, bangkrutnya perusahaan akan berdampak buruk pada ekonomi masyarakat dan pada akhirnya meningkatkan angka pengangguran. "Jika perusahaan bangkrut, maka pembayaran jangka pendek kepada para pekerja tidak akan membantu pengangguran yang diperkirakan akan meningkat," jelas Fratzscher. Fratzscher memprediksi beberapa perusahaan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para pekerjanya dan mengalami kebangkrutan tanpa adanya pekerjaan baru dalam waktu dekat.

Kanselir Jerman Angela Merkel diperkirakan akan bertemu dengan Perdana Menteri negara bagian pada hari Selasa waktu setempat. Para pemimpin negeri bavaria ini akan memutuskan apakah mereka akan memperpanjang pembatasan yang diberlakukan sejak awal Desember lalu. Menyoroti pentingnya mempertimbangkan pro dan kontra yang muncul terkait kebijakan pembatasan tersebut, Menteri negara bagian North Rhine Westphalia, Armin Laschet menyatakan bahwa akan selalu ada dampak buruk bagi suatu sektor, jika suatu sistem diterapkan pada sektor lainnya.

"Setiap keputusan yangdiambil untuk mendukung perawatan kesehatan, tentunya akan merugikan sektor lain," kata Laschet. Diperpanjangnya lockdown nasional ini disebut akan mengubah 2021 menjadi 'tahun frustrasi ekonomi' bagi Jerman.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.