UPDATE Kasus Corona di Indonesia: Tambah 5.292 Kasus, Total 586.842 per 8 Desember 2020

Jumlah kasus virus corona atau covid 19 di Indonesia hingga kini kian bertambah. Dikutip dari covid19.go.id , hingga Selasa (8/12/2020), total sudah ada 586.842 kasus Covid 19 di Indonesia. Penambahan kasus baru mencapai 5.292 kasus dalam 24 jam terakhir.

Beberapa hari sebelumnya, penambahan kasus masih di angka 5 ribu sampai 6 ribuan. Kabar baiknya, pasien sembuh bertambah 4.295 orang. Sehingga, total kesembuhan berjumlah 483.497 orang.

Adapun kasus kematian bertambah 133. Lalu, jumlah kasus berujung kematian menjadi 18.000. Dikutip dari berikut cara pencegahan Covid 19 pada level individu dan masyarakat:

A. Pencegahan Level Individu Terdapat beberapa prinsip yang perlu diikuti untuk membantu mencegah COVID 19, yaitu menjaga kebersihan diri/personal dan rumah dengan cara: A. Mencuci tangan lebih sering menggunakan sabun dan air setidaknya 20 detik atau pembersih tangan berbasis alkohol ( hand sanitizer ), serta mandi atau mencuci muka jika memungkinkan, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau mengantarkan makanan.

B. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut menggunakan tangan yang belum dicuci. C. Jangan berjabat tangan. D. Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit.

E. Tutupi mulut saat batuk dan bersin menggunakan lengan atas bagian dalam atau memakai tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan. F. Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah bepergian. G. Bersihkan dan berikan disinfektan secara berkala pada benda benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain lain), gagang pintu, dan lain lain.

Ahli Epidemiologi FKM UI Syahrizal Syarif, MPH,Ph.D., menyatakan masyarakat tetap harus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan 3M meski vaksin Covid 19 telah tersedia. Kombinasi antara program vaksinasi Covid 19 yang disiapkan pemerintah dan kebiasaan baik 3M, menjadi paket lengkap untuk Indonesia dalam mengendalikan penularan virus corona. Hal itu disampaikan, dalam acara Dialog Produktif bertema Vaksin+3M: Jurus Ampuh Lawan covid 19 yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) secara virtual, Kamis (3/12).

"Setelah kita mendapat vaksin Covid 19 untuk jangka waktu 6 sampai 1 tahun kita masih harus menggunakan tetap melakukan disiplin untuk protokol kesehatan," ungkapnya. Dari segi kesehatan, ia mengatakan vaksin merupakan intervensi kesehatan terbaik di abad ke 20. Dari semua intervensi kesehatan, vaksin ini yang terbukti mampu menurunkan angka kematian dan kesakitan.

"Saya kira perlu untuk meyakinkan masyarakat agar menerima vaksin Covid 19, ini tidak mudah sehingga perlu contoh dari tokoh tokoh masyarakat”, ujarnya. Dr. Syahrizal menerangkan, kondisi pandemi Covid 19 yang fluktuatif ini, tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara negara lain. "Pada bulan Mei 2020 saya mengamati, sebetulnya sudah ada 80% negara negara yang wabahnya dalam kondisi terkendali, dan 20% fluktuatif."

"Tapi hari ini angkanya berbeda, kondisi wabah fluktuatif menjadi 64%, ini artinya bukan Indonesia saja, tapi dunia pun sedang fluktuatif," terangnya. Menurutnya disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, sangatlah penting dilakukan semua orang sekalipun vaksin telah ada di tengah masyarakat. “Karena vaksin ini pasti pemberiannya bertahap, munculnya kekebalan kelompok di masyarakat juga bertahap”, terang dr. Syahrizal.

Protokol kesehatan kerap diabaikan oleh masyarakat, terutama dalam menjalankan 3M sebagai satu paket lengkap. Survei UNICEF bersama AC Nielsen pada 6 kota besar di Indonesia beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa perilaku menjaga jarak kerap terabaikan. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa perilaku jaga jarak (47%) lebih rendah daripada memakai masker (71%) dan mencuci tangan (72%).

Apabila perilaku ini bisa konsisten dilakukan masyarakat, maka diyakini bahwa akan menekan rantai penularan Covid 19 secara signifikan. Kedatangan vaksin nantinya akan menjadi pelengkap bagi proteksi kesehatan masyarakat yang paripurna.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.